#
Anda membaca...
Opini

Penyelenggaraan Jalan & Peran Masyarakat


Jalan adalah sarana infrastruktur vital yang menunjang aktivitas dan mobilitas kegiatan perekonomian masyarakat umum. Baik jalan dalam lingkungan perdesaan di daerah terpencil hingga jalan tol (jalan bebas hambatan) di ibukota Negara. Sehingga Pemerintah Pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum ( referensi ke Kebijakan & Peraturan Departemen PU ) membuat peraturan, untuk penyelenggaraan jalan tersebut perlu diatur oleh Undang-Undang, dalam hal ini UU No 38 Tahun 2004 tentang Jalan, dan diperjelas dengan Peraturan Pemerintah No 34 Tahun 2006 tentang Jalan, karena Undang-Undang No 13 Tahun 1980 tentang Jalan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3168 ) tidak sesuai lagi sebagai landasan hukum pengaturan tentang jalan.

Dalam PP No 34 Tahun 2006 tentang Jalan, dijelaskan bahwa jalan adalah sarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Dan jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum, yang membentuk suatu Sistem Jaringan Jalan yang merupakan satu kesatuan ruas jalan yang saling menghubungkan dan mengikat pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada dalam pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan hierarki.

Status Jalan Umum

Untuk jalan umum, menurut statusnya dikelompokkan atas : (1) Jalan Nasional, (2) Jalan Provinsi, (3) Jalan Kabupaten, (4) Jalan Kota, dan (5) Jalan Desa. Berdasarkan status tersebut di atas, Jalan Nasional yang pengelolaannya langsung di bawah tanggung jawab Departemen Pekerjaan Umum (Bina Marga) Pemerintah Pusat, terdiri atas : (a) Jalan arteri primer, (b) Jalan kolektor primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi, (c) Jalan tol, dan (d) Jalan strategis nasional. Sedangkan Jalan Provinsi yang pengelolaannya di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pemerintah Provinsi, terdiri atas : (a) Jalan kolektor primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten atau kota, (b) Jalan kolektor primer yang menghubungkan antar ibukota kabupaten atau kota, (c) Jalan strategis provinsi, dan (d) Jalan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (khusus untuk provinsi DKI Jakarta).

Jalan Kabupaten yang pengelolaannya di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pemerintah Kabupaten, terdiri atas : (a) Jalan kolektor primer yang tidak termasuk jalan nasional dan jalan provinsi, (b) jalan lokal primer yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat desa, antar ibukota kecamatan, ibukota kecamatan dengan desa, dan antar desa, (c) Jalan sekunder yang yang tidak termasuk jalan provinsi dan jalan sekunder dalam kota, dan (d) Jalan strategis kabupaten. Jalan kota yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga atau Tata Kota Pemerintah Kota adalah jalan umum pada jaringan sekunder di dalam. Dan untuk jalan desa, adalah jalan lingkungan primer dan jalan lokal primer yang tidak termasuk jalan kabupaten di dalam kawasan perdesaan dan merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan dan/atau antar pemukiman dalam desa.

Ruang Manfaat Jalan, Ruang Milik Jalan & Ruang Pengawasan Jalan

Pasal 34 PP No 34 Tahun 2006 tentang Jalan memuat Ruang Manfaat Jalan yang meliputi : badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya. Dimana ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi, dan kedalaman tertentu yang ditetapkan oleh penyelenggara jalan ( dalam hal ini Pemerintah ) yang berpedoman dengan peraturan yang berlaku. Ruang Manfaat Jalan tersebut biasanya digunakan untuk median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong ( box culvert ), perlengkapan jalan, dan bangunan pelengkap lainnya. Sehingga setiap orang yang merupakan Warga Negara Indonesia dilarang memanfaatkan Ruang Manfaat Jalan yang dapat mengganggu fungsi jalan sebagai sarana fasilitas umum.

Ruang Milik Jalan, sesuai dengan Pasal 40 PP No 34 Tahun 2006 tentang Jalan paling sedikit memiliki lebar sebagai berikut : (a) Jalan bebas hambatan 30 meter, (b) Jalan raya 25 meter, (c) Jalan sedang 15 meter, dan (d) Jalan kecil 11 meter. Ruang Milik Jalan tersebut diberi tanda yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara jalan yang diatur dalam Peraturan Menteri yang dikeluarkan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Apabila terjadi gangguan dan hambatan terhadap ruang milik jalan, maka penyelenggara jalan ( pemerintah ) wajib segera mengambil tindakan untuk kepentingan pengguna jalan yang diatur dengan suatu hak tertentu sesuai dengan perundang-undangan.

Di dalam Pasal 44 PP No 34 Tahun 2006 tentang Jalan, mengenai Ruang Pengawasan Jalan dijelaskan sebagai ruang tertentu di luar ruang milik jalan yang penggunaannya ada di bawah pengawasan penyelenggara jalan. Ruang Pengawasan Jalan tersebut diperuntukkan bagi pandangan bebas pengemudi dan pengamanan konstruksi jalan serta pengamanan fungsi jalan. Dalam hal Ruang Milik Jalan tidak cukup luas, lebar Ruang Pengawasan Jalan ditentukan dari tepi badan jalan paling sedikit dengan ukuran sebagai berikut : (a) Jalan arteri primer 15 meter, (b) Jalan kolektor primer 10 meter, (c) Jalan lokal primer 7 meter, (d) Jalan lingkungan primer 5 meter, (e) Jalan arteri sekunder 15 meter, (f) Jalan kolektor sekunder 5 meter, (g) Jalan lokal sekunder 3 meter, (h) Jalan lingkungan sekunder 2 meter, dan (i) Jembatan 100 meter ke arah hilir dan hulu.

Peran Masyarakat

Masyarakat dapat berperan dalam pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan jalan. Dapat berupa usulan, saran, atau informasi, dalam perencanaan pembangunan jalan (di daerahnya masing-masing) kepada penyelenggara jalan, dalam hal ini pemerintah sesuai dengan kepentingan masyarakat umum. Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk pembangunan jalan, dengan kesadaran akan fungsi dan manfaat jalan bagi pembangunan. Selain itu masyarakat berhak melaporkan penyimpangan Ruang Manfaat Jalan, Ruang Milik Jalan, dan Ruang Pengawasan Jalan kepada penyelenggara jalan.

Penyelenggaraan jalan sebagai salah satu bagian kegiatan dalam mewujudkan prasarana transportasi yang melibatkan masyarakat umum dan penyelenggara jalan (pemerintah). Sehubungan dengan hal tersebut, setiap usaha penyelenggaraan jalan memerlukan kesepakatan atas pengenalan sasaran pokok yang dilandasi oleh jiwa pengabdian dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Dengan adanya kerjasama dan sosialisi pembangunan jalan yang baik antara penyelenggara jalan (pemerintah) dan masyarakat umum, diharapkan dapat menghilangkan hambatan dalam pembangunan jalan yang selama ini sering terjadi.

Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa jalan merupakan objek vital yang dapat meningkatkan hajat hidup orang banyak (masyarakat umum) dengan adanya akses dan mobilitas yang dapat meningkat perekonomian, perdagangan, industri, manufaktur, dan sosial budaya dalam suatu wilayah regional dan nasional di negara Republik Indonesia. Menghubungkan dan mempercepat lalu lintas perputaran roda ekonomi di daerah perdesaan dan terisolasi dengan ibukota kecamatan, ibukota kabupaten, ibukota provinsi, hingga ke ibukota negara. Marilah kita bangun dan kita pelihara dengan pengabdian dan tanggung jawab, untuk kepentingan bersama antara penyelenggara jalan dan masyarakat umum yang sama-sama memperoleh manfaat dari penyelenggaraan jalan.

Penulis : Devry, dimuat di Harian Linggau Pos ( Group Jawa Pos & Sumatera Ekspress ) pada tanggal 30 Mei 2007.

Iklan

About devry

Just the way I am

Diskusi

One thought on “Penyelenggaraan Jalan & Peran Masyarakat

  1. tq infonya 🙂

    Posted by david | 30 Juni 2008, 11:31 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Other Languages?

Tentang Blog Ini?

Semua tulisan sederhana pada blog ini merupakan tulisan personal bersifat Open Source. Terbuka bagi semua netter untuk pembelajaran kita bersama. Terutama bagi netter yang suka membaca, mencari dan menambah informasi serta wawasan yang membuka cakrawala dunia di internet. SEMOGA BERMANFAAT...

Total Track?

  • 1,288,428 visitors

Sharing This Blog?

Info Track?

%d blogger menyukai ini: