#
Anda membaca...
Komputer

Install IPv6 Di Windows XP?


Mau pakai IPv6 di Windows XP kamu?

Tenang saja, Windows XP sudah mendukung internet protokol ( TCP/IP ) yang sudah memakai jaringan komputer dalam IPv6, tidak cuma IPv4 seperti biasanya. Jadi Windows XP di PC atau laptop kamu bisa koq dipakai dalam jaringan komputer dengan IPv yang berbeda, agar dapat terkoneksi dengan internet atau intranet dimanapun jika kamu mempunyai mobilitas yang tinggi dalam kegiatan sehari-hari.

Untuk cara instalasinya cukup mudah ( gw coba dengan Windows XP SP3 ), berikut caranya :

  1. Langsung saja ke console Windows XP di start menu pilih Run
  2. Dari menu Run tersebut ketikkan saja ipv6 install
  3. Tunggu beberapa saat, hingga proses instalasi selesai.
  4. Kalau sudah bisa kamu lihat di Networks Connection apakah IPv6 sudah terinstalasi dengan tampilan seperti ini :

    IPv6 Network Properties

Untuk sintaks yang digunakan dalam menggunakan sistem IPv6 tersebut, dari console Windows XP bisa kamu ketikkan perintah dengan sintaks ipv6 ?

IPv6 Help

Nah mudah dan sederhana sekali bukan? Dan kalau sudah silahkan saja kalau mau ngoprek dalam sistem jaringan IPv6 yang ingin kamu jadikan eksperimen buat menambah pemahaman tentang jaringan ( network ) dengan sistem komputer yang menggunakan IPv6 :mrgreen:

Iklan

About devry

Just the way I am

Diskusi

5 thoughts on “Install IPv6 Di Windows XP?

  1. untuk installnya harus butuh koneksi internet gak om?

    ato udah bawaan sp3

    Posted by minanube | 23 November 2008, 12:21 am
  2. mau tanya omz : “gk byr kan”
    1.emg apa sih omz kelebihan ipv6 ini ?
    2.apakah di ipv6 jg dikenal ada class2 nya omz kyk ipv4 ada kls a,b,c,d,e klo gk slh ?

    makasih atas penjelasannya omz..

    Posted by poniman_coy | 22 November 2008, 2:44 pm
    • ipv6 tidak ada pengelompokan kelasnya , ipv6 ip public saja ,dia tidak ada ip private

      Posted by admin | 16 Juni 2010, 7:20 am
      • Berikut adalah perbedaan antara IPv4 dan IPv6 menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo):

        Fitur
        IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.

        IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.

        Routing
        IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.

        IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

        Mobilitas
        IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.

        IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.

        Keamanan
        IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.

        IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.

        Ukuran header
        IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.

        IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.

        Header checksum
        IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.

        IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai

        Fragmentasi
        IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.

        IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.

        Configuration
        IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual.

        IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.

        Kualitas Layanan
        IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.

        IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi.

        Posted by tachir | 16 Juni 2010, 7:24 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Other Languages?

Tentang Blog Ini?

Semua tulisan sederhana pada blog ini merupakan tulisan personal bersifat Open Source. Terbuka bagi semua netter untuk pembelajaran kita bersama. Terutama bagi netter yang suka membaca, mencari dan menambah informasi serta wawasan yang membuka cakrawala dunia di internet. SEMOGA BERMANFAAT...

Total Track?

  • 1,287,095 visitors

Sharing This Blog?

Info Track?

%d blogger menyukai ini: