#
Anda membaca...
Umum

Buku Tamu Musium Perjuangan


Pernahkah Anda mengunjungi musium perjuangan?

Beberapa hari yang lalu pada tanggal 10 November 2009 kita merayakan Hari Pahlawan. Ada baiknya selama memperingati Hari Pahlawan tersebut kita telusuri lagi jejak-jejak perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih dan memperjuangkan Kemerdekaan bangsa Indonesia. Walaupun dalam kenyataannya kita “terpuruk?” di masa sekarang ini, tetapi setidaknya sejarah perjuangan bangsa ini harus tetap kita cintai dengan setulus hati…

Coba simak makna yang tersembunyi pada sebuah puisi perjuangan dari seorang penyair yang sudah tidak asing lagi, yang dalam puisi-puisinya selalu menyentuh hati nurani para pembaca atau pendengar dalam setiap pementasan seninya, Taufiq Ismail.

sejarah_perjuangan

Lukisan sejarah perjuangan Indonesia

BUKU TAMU MUSIUM PERJUANGAN

Oleh :
Taufiq Ismail

Pada tahun keenam
Setelah di kota kami didirikan
Sebuah Musium Perjuangan
Datanglah seorang lelaki setengah baya
Berkunjung dari luar kota
Pada sore bulan November berhujan
dan menulis kesannya di buku tamu
Buku tahun keenam, halaman seratus-delapan

Bertahun-tahun aku rindu
Untuk berkunjung kemari
Dari tempatku jauh sekali
Bukan sekedar mengenang kembali
Hari tembak-menembak dan malam penyergapan
Di daerah ini
Bukan sekedar menatap lukisan-lukisan
Dan potret-potret para pahlawan
Mengusap-usap karaben tua
Baby mortir buatan sendiri
Atau menghitung-hitung satyalencana
Dan selalu mempercakapkannya

Alangkah sukarnya bagiku
Dari tempatku kini, yang begitu jauh
Untuk datang seperti saat ini
Dengan jasad berbasah-basah
Dalam gerimis bulan November
Datang sore ini, menghayati musium yang lengang
Sendiri
Menghidupkan diriku kembali
Dalam pikiran-pikiran waktu gerilya
Di waktu kebebasan adalah impian keabadian
Dan belum berpikir oleh kita masalah kebendaan
Penggelapan dan salahguna pengatasnamaan

Begitulah aku berjalan pelan-pelan
Dalam musium ini yang lengang
Dari lemari kaca tempat naskah-naskah berharga
Kesangkutan ikat-ikat kepala, sangkur-sangkur
berbendera
Maket pertempuran
Dan penyergapan di jalan
Kuraba mitraliur Jepang, dari baja hitam
Jajaran bisu pestol Bulldog, pestol Colt

PENGOEMOEMAN REPOEBLIK yang mulai berdebu
Gambar lasykar yang kurus-kurus
Dan kuberi tabik khidmat dan diam
Pada gambar Pak Dirman
Mendekati tangga turun, aku menoleh kembali
Ke ruangan yang sepi dan dalam
Jendela musium dipukul angin dan hujan
Kain pintu dan tingkap bergetaran
Di pucuk-pucuk cemara halaman
Tahun demi tahun mengalir pelan-pelan

Deru konvoi menjalari lembah
Regu di bukit atas, menahan nafas

Di depan tugu dalam musium ini
Menjelang pintu keluar ke tingkat bawah
Aku berdiri dan menatap nama-nama
Dipahat di sana dalam keping-keping alumina
Mereka yang telah tewas
Dalam perang kemerdekaan
Dan setinggi pundak jendela
Kubaca namaku disana…..

GUGUR DALAM PENCEGATAN
TAHUN EMPAT PULUH-DELAPAN

Demikian cerita kakek penjaga
Tentang pengunjung lelaki setengah baya
Berkemeja dril lusuh, dari luar kota
Matanya memandang jauh, tubuh amat kurusnya
Datang ke musium perjuangan
Pada suatu sore yang sepi
Ketika hujan rinai tetes-tetes di jendela
Dan angin mengibarkan tirai serta pucuk-pucuk cemara
Lelaki itu menulis kesannya di buku-tamu
Buku tahun-keenam, halaman seratus-delapan
Dan sebelum dia pergi
Menyalami dulu kakek Aki
Dengan tangannya yang dingin aneh
Setelah ke tugu nama-nama dia menoleh
Lalu keluarlah dia, agak terseret berjalan
Ke tengah gerimis di pekarangan
Tetapi sebelum ke pagar halaman
Lelaki itu tiba-tiba menghilang…..

Selesai membacanya, aku pun menjadi terharu…..
Betapa kerdilnya rasa nasionalisme dan penghargaan kita terhadap sejarah perjuangan bangsa kita sendiri di masa sekarang ini 😦

Iklan

About devry

Just the way I am

Diskusi

3 thoughts on “Buku Tamu Musium Perjuangan

  1. Wah saya baru tahu puisi karya taufiq ismail yang ini di sini yah.., ternyata aku jarang dengar….

    Posted by rita | 12 Desember 2010, 7:21 am
  2. Puisinya bagus, terima kasih Pak Taufik Ismail masih rajin berkarya untuk negeri ini!

    Posted by m3ita | 17 Agustus 2010, 11:51 am
  3. Pertamaaa, salamkenal dari bloger semarang, mampir ya, kalo mau kita tukeran link, makasih..

    Posted by gambang semarang | 14 Desember 2009, 3:46 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Other Languages?

Tentang Blog Ini?

Semua tulisan sederhana pada blog ini merupakan tulisan personal bersifat Open Source. Terbuka bagi semua netter untuk pembelajaran kita bersama. Terutama bagi netter yang suka membaca, mencari dan menambah informasi serta wawasan yang membuka cakrawala dunia di internet. SEMOGA BERMANFAAT...

Total Track?

  • 1,287,095 visitors

Sharing This Blog?

Info Track?

%d blogger menyukai ini: