#
Anda membaca...
Umum

Inggris Pernah Mendirikan 3 (Tiga) Benteng Pertahanan di Bengkulu?


Inggris pernah mendirikan 3 (tiga) benteng di Bengkulu? Nggak percaya? :mrgreen:

Pastinya kita cuma mengetahui bahwa cuma ada 1 ( satu ) benteng yang tersisa yang merupakan peninggalan kolonial Inggris yang ada di Bengkulu bukan? Yach, Fort Marlborough atau lebih dikenal sebagai Benteng Marlborough. Berikut sejarah singkat bagaimana Inggris bisa sampai ke Bengkulu pada masa lampau.

Bencoolen

Berdasarkan sejarah pedagang Eropa di Banten, Bengkulu berasal dari kata “Bang Kulon” yang berarti tanah di bagian barat. Sedangkan menurut masyarakat setempat khususnya di Bengkulu, kata Bengkulu berasal dari kata “Bangka Hulu” yaitu sungai yang mengalir di wilayah tersebut (Bengkulu). Wilayah Bengkulu terletak di pantai barat Sumatera, tepatnya diantara Samudera Hindia dan Bukit Barisan dengan garis pantai yang panjang. Sedangkan penduduknya banyak tinggal di pesisir pantai. Sejak dulu, Bengkulu terkenal terkenal akan hasil alamnya, seperti : lada dan cengkeh, sehingga banyak pihak asing ( Inggris, Perancis, dan Belanda ) yang ingin menguasai daerah tersebut.

The British In West Sumatera

Pada jaman dulu di Bengkulu tidak pernah ada kerajaan setempat yang kuat, sehingga bergantung pada kerajaan tetangganya untuk memperlancar penjualan hasil alamnya, antara lain dengan kesultanan Banten. Pada masa kolonialisme Bengkulu berada dibawah pendudukan Inggris, karena Inggris ( East India Company ) tersisih dengan monopoli dagang Belanda ( VOC ) di Banten tahun 1659. Maka itu Inggris mulai mencari daerah jajahan lain di pantai Barat Sumatera yang merupakan penghasil rempah-rempah ( lada, cengkeh, dll ) yaitu Bengkulu.

Awal Kekuasaan Inggris di Bengkulu

Inggris tiba di Muara Sungai Bengkulu pada tanggal 24 Juni 1865. Setelah bernegosiasi dengan penguasa kerajaan lokal di Bengkulu pada saat itu, Inggris ( EIC ) diijinkan bermukim di daerah Muara Sungai Bengkulu dan mendirikan Fort York pada tahun 1865 itu juga. Inggris ( EIC ) sendiri menyebut wilayah Bengkulu dengan nama “Bencoolen”.

Benteng York ( Fort York )

Inggris mendirikan bangunan pertahanan/benteng yang diberi nama Fort York pada tahun 1865 yang didirikan di antara laut dan sungai Serut ( Muara Sungai Bengkulu ). Bangunan ini murni berfungsi sebagai tempat pertahanan utama Inggris ( EIC ) dalam mempertahankan daerah penghasil rempah-rempahnya dari serangan Belanda dan Perancis.

Pada masa selanjutnya karena Fort York ini didirikan di dekat sungai dan rawa mangrove yang tidak sehat dan menyebabkan wabah malaria, maka Fort York ini dipindahkan ke daerah tepi pantai barat yang strategis yang kemudian terkenal sebagai Fort Marlborough.

Benteng Marlborough ( Fort Marlborough )

Fort Marlborough

Pembangunan benteng Marlborough dilakukan tahun 1714 sampai dengan tahun 1719 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal ( Inggris ) yang dijabat oleh Joseph Collet. Benteng Marlborough ini berdiri kokoh di tepian Samudra Hindia di atas bukit dengan ketinggian sekitar 8,5 meter di atas permukaan laut. Benteng ini mengahadap ke selatan dan memiliki luas sekitar 44.100 meter persegi. Lokasi benteng yang dikelilingi parit buatan ini seolah memunggungi Samudra Hindia. Dari atas sudut benteng inilah kita bisa menikmati pemandangan berupa hamparan laut lepas di sepanjang pantai Tapak Padri yang terhubung dengan deretan Pantai Panjang Bengkulu.

Lukisan Fort Marlborough

Benteng Marlborough merupakan benteng batu-bata. Dinding benteng cukup tebal, yakni sekitar 1,25 meter dengan material batu bata serta batu kali yang sangat kokoh. Fungsi utama dari benteng ini dibangun untuk pertahanan dari serangan musuh kala itu. Pintu benteng terbuat dari besi tebal yang dilengkapi jeruji besi. Jika diamati dari atas, benteng ini berdenah mirip kura-kura. Bagian badan kura-kura sebagai benteng, sedangkan bagian kepala kura-kura merupakan pintu masuk ke benteng.

Tugu Thomas Shaw

Melewati gerbang pertama, kita akan melihat 4 ( empat ) batu nisan besar. 2 ( dua ) di antaranya, tugu peringatan bagi Thomas Shaw yang meninggal pada 1704, dan deputi Gubernur Richard Watts yang meninggal pada 1705.

Tugu Richard Watts

Dua prasasti lainnya, satu di antaranya untuk menghormati Kapten Thomas Cuney, seorang perwira yang terlibat pendirian benteng.

Tugu James Cuney

Prasasti keempat diperuntukan bagi Henry Stirling pegawai sipil East India Company ( EIC ) yang meninggal pada 1744.

Tugu Henry Stirling

Di daerah lingkaran benteng, dekat gerbang luar, terdapat tiga makam. Pertama, makam Residen Thomas Parr yang mati dibunuh pada 23 Desember 1807. Di sebelahnya dimakamkan pegawainya, Charles Murray, yang berusaha menyelamatkan Thomas Parr, namun terluka dan meninggal. Sedangkan makam yang satunya lagi tidak dikenal.

Makam di dalam Benteng Marlborough

Fort Marlborough ini dihuni oleh pegawai sipil dan tentara Inggris. Dalam catatan British Library, Oriental and India Office Collections tahun 1792 terdapat 90 orang pegawai sipil dan militer yang tinggal dan bekerja di benteng ini.

Lukisan Kapten John MacDonald di Fort Marlborough

Para petinggi atau perwira senior tinggal dalam lingkungan benteng bersama keluarga. Benteng ini menyerupai hunian dalam kota kecil dengan tembok tebal disekelilingnya seperti dalam kehidupan kerajaan raja-raja jaman dulu.

Benteng Marlborough ini adalah benteng kerajaan Inggris terbesar di Asia Tenggara, juga digunakan sebagai basis militer Inggris ( EIC ) di wilayah barat Sumatera sebelum memulai agresinya ke Singapura ( Tumasik ) pada saat itu. Tetapi dengan adanya Treaty of London pada tanggal 17 Maret 1824, maka secara resmi Bengkulu termasuk benteng Marlborough berada dalam kekuasaan Belanda ( VOC ) karena ditukar dengan Singapura yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Belanda.

Sir Thomas Stamford Raffles

Hal ini tak lepas dari pendapat Sir Thomas Stamford Raffles yang menjabat Gubernur Jenderal ( Inggris ) di Bengkulu, yang memandang bahwa Singapura dalam jangka panjang lebih strategis untuk melakukan ekspansi dagang yang dilakukan Inggris ( EIC ) di Timur jauh dan menjadikannya pusat pelabuhan bebas pada masa itu.

Benteng Anna ( Fort Anna )

Informasi tentang Benteng Anna

Benteng Anna didirikan pada tahun 1798 dipinggiran selatan sungai Selagan dan dekat dengan pantai Muko-Muko di Bengkulu Utara. Lokasi benteng ini terletak lebih kurang 276 km dari kota Bengkulu atau dengan perjalanan darat dengan kendaraan sekitar 6 jam. Menurut tulisan TC. Bagaardt pada tanggal 31 Maret 1840, benteng ini diberi nama Fort Anna, dimana Anna merupakan nama dari Keningin Anna Van England.

Lukisan Prajurit EIC di Fort Anna

Tidak banyak yang diketahui tentang Benteng Anna ini, karena hingga saat ini tidak diketahui bagaimana bentuknya (gambar denah dan konstruksi) secara pasti karena tinggal berupa puing-puing benteng dan meriam kuno saja.

Hingga saat ini di kota Bengkulu masih terdapat beberapa tugu, monumen, dan makam tua yang merupakan peninggalan masa kolonialisme Inggris ( EIC ) pada masa lampau yang masih dapat kita lihat kalau berkunjung ke kota Bengkulu.

Ini sich gara-gara mendapat ide saat Tour De Bencoolen jadi sekalian ditulis saja di blog dech! πŸ˜†

Btw, kamu sudah pernah berkunjung ke Bengkulu belum nich? πŸ˜‰

Iklan

About devry

Just the way I am

Diskusi

7 thoughts on “Inggris Pernah Mendirikan 3 (Tiga) Benteng Pertahanan di Bengkulu?

  1. ada yg punya photo atau lukisan raja kerajaan selebar dan sungai lemau waktu itu nggak…?

    Posted by fauzi ansyar | 24 April 2013, 11:35 pm
  2. waduh.,.,aneh.,.,tahun sejarah bengkulu kok beda2 ya.,.,
    yang mana yg benar nh om???????
    Fort York atw fort Marlborough yg lbih dulu berdiri????
    kasih tau donk ooommmm,.,.,.

    Posted by Firman edi | 13 April 2013, 2:43 pm
  3. klo gak salah fort york lebih dahulu dibangun dari pada fort marlborough

    Posted by anto | 22 Maret 2012, 3:01 pm
  4. Wah, dapat pengetahuan baru lagi nih.. trimakasih sudah berbagi ya Mas Devry..
    aku belum pernah ke Bengkulu, pernah 1x “menginjak” pulau Sumatra, di Padang dan Bukittinggi.
    Semoga kalau ada kesempatan bisa mengunjungi Bengkulu. Ketiga benteng ini terbuka untuk umum kan ya?

    Posted by nanaharmanto | 27 Desember 2010, 7:13 pm
  5. wuih keren ya….

    Posted by kereyoben | 19 Desember 2010, 2:15 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Other Languages?

Tentang Blog Ini?

Semua tulisan sederhana pada blog ini merupakan tulisan personal bersifat Open Source. Terbuka bagi semua netter untuk pembelajaran kita bersama. Terutama bagi netter yang suka membaca, mencari dan menambah informasi serta wawasan yang membuka cakrawala dunia di internet. SEMOGA BERMANFAAT...

Total Track?

  • 1,287,135 visitors

Sharing This Blog?

Info Track?

%d blogger menyukai ini: